Gus Yahya: Aturan Pemerintah Menetapkan Sidang Isbat, Usulan Ditiadakan

Estimated read time 2 min read

Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, menyatakan bahwa pemerintah menetapkan Sidang Isbat awal Ramadhan 1445 Hijriah. Hal ini merupakan tanggapan Gus Yahya terhadap usulan Muhammadiyah yang meminta agar pemerintah tidak perlu menggelar sidang isbat.

Gus Yahya menjelaskan bahwa sidang isbat telah menjadi aturan dan ketentuan pemerintah. Oleh karena itu, untuk menghapus sidang isbat diperlukan proses yang panjang. Pernyataan ini disampaikan oleh Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, pada Sabtu (9/3/2024).

Sidang isbat merupakan proses yang dilakukan oleh pemerintah untuk menentukan awal bulan Ramadhan. Sidang ini melibatkan para ulama dan ahli dalam bidang hisab dan falak. Tujuan dari sidang isbat adalah untuk memastikan bahwa umat Islam di Indonesia dapat memulai ibadah puasa secara serentak.

Usulan Muhammadiyah untuk menghapus sidang isbat memunculkan perdebatan di kalangan masyarakat. Muhammadiyah berpendapat bahwa penentuan awal Ramadhan dapat dilakukan dengan menggunakan metode hisab, yaitu perhitungan secara astronomis. Dalam pandangan Muhammadiyah, sidang isbat dinilai tidak efektif dan tidak sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini.

Tradisi Umat Muslim di Indonesia

Menanggapi usulan tersebut, Gus Yahya menyatakan bahwa pemerintah menetapkan Sidang Isbat telah menjadi bagian dari tradisi dan kebiasaan umat Islam di Indonesia. Gus Yahya juga menekankan bahwa sidang isbat merupakan wujud dari keberagaman dan kerukunan umat Islam di Indonesia. Dalam sidang isbat, berbagai pandangan dan pendapat dari berbagai organisasi Islam dapat disampaikan sehingga tercapai keputusan yang bersifat musyawarah dan mufakat.

Gus Yahya juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan umat Islam dalam menentukan awal Ramadhan. Ia menekankan bahwa persatuan dan kesatuan adalah hal yang sangat penting dalam agama Islam. Oleh karena itu, Gus Yahya mengajak semua pihak untuk tetap menghormati dan mengikuti ketentuan pemerintah terkait sidang isbat.

Selain itu, Gus Yahya juga menekankan perlunya dialog dan diskusi yang lebih luas antara Muhammadiyah dan NU dalam menyelesaikan perbedaan pendapat terkait sidang isbat. Gus Yahya berharap agar perbedaan pendapat ini dapat diselesaikan dengan cara yang baik dan saling menghormati.

Secara keseluruhan, Gus Yahya menyampaikan bahwa sidang isbat merupakan ketentuan pemerintah yang telah menjadi aturan dalam menentukan awal Ramadhan. Meskipun ada usulan untuk menghapus sidang isbat, Gus Yahya menegaskan bahwa proses tersebut membutuhkan waktu dan perlu dilakukan melalui proses yang panjang. Gus Yahya juga mengajak semua pihak untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam dalam menghadapi perbedaan pendapat terkait sidang isbat.

More From Author

+ There are no comments

Add yours